Cari Dokter

Area Klinis

15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka kematian pasien < 8 jam di IGD.
  2. Unit kerja Instalasi Gawat Darurat diminta untuk melaporkan data indikator mutu angka kematian pasien < 8 jam di IGD.
  3. Target indikator mutu angka kematian pasien < 8 jam di IGD sebesar 2,5%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di Instalasi Gawat Darurat.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait angka kematian pasien < 8 jam di IGD.

STUDY Kematian pasien < 8 jam di IGD adalah kondisi yang tidak diharapkan terjadi, hal ini dapat menyebabkan kedukaan pada keluarga dan kerabat pasien. Ada beberapa faktor yang diperhatikan dalam menekan angka kematian < 8 jam di IGD antara lain : Sumber Daya Manusia (sesuai dengan kompotensi), fasilitas yang harus ada di IGD khususnya untuk manajemen air way, hemodinamik dan kesadaran, serta respon time sesuai triage pasien di Instalasi Gawat Darurat. Berdasarkan grafik 25, dapat dilihat pada bulan Januari 2,63% sedikit diatas target 2,5%, bulan Februari turun dari target 1% dan bulan Maret naik 1,34% dibawah target. Untuk selanjutnya, walaupun angka kematian pasien < 8 jam di IGD dibawah target maka tim harus tetap melakukan pemantauan secara rutin s

Posted in Area Klinis, Indikator Mutu by PKRS
15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka keterlambatan waktu tindakan hemodialisa.
  2. Unit kerja Instalasi Hemodialisa diminta untuk melaporkan data indikator mutu angka keterlambatan waktu tindakan hemodialisa.
  3. Target indikator mutu keterlambatan waktu tindakan hemodialisa sebesar 1%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di Instalasi Rehabilitasi Hemodialisa.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait angka keterlambatan waktu tindakan hemodialisa.

STUDY Tindakan hemodialisa dilakukan untuk pasien yang sesuai indikasi dan jadwal pelaksanaan telah di programkan oleh DPJP dengan tujuan mempertahankan kualitas kesehatan pada penderita yang rutin melakukan hemodialisa. Berdasarkan grafik 24, dapat dilihat bahwa tidak ada data yang di input oleh PIC data Instalasi Hemodialisa. Indikator tersebut tetap harus dipantau secara rutin setiap bulan dengan terus melaksanakan kegiatan peningkatan dengan metode P-D-C-A. ACTION Rekomendasi yang diusulkan adalah PIC data Instalasi Hemodialisa rutin menginput data dalam SISMADAK untuk melaksanakan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah H. Andi Sulthan Daeng Radja.

Posted in Area Klinis, Indikator Mutu by PKRS
15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka pasien rehabilitasi medis yang drop out.
  2. Unit kerja Instalasi Rehabilitasi Medis diminta untuk melaporkan data indikator mutu angka pasien rehabilitasi medis yang drop out.
  3. Target indikator mutu angka pasien rehabilitasi medis yang drop out sebesar 0%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di Instalasi Rehabilitasi Medik.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait angka pasien rehabilitasi medis yang drop out.

STUDY Drop out pasien rehabilitasi medis adalah kejadian dimana pasien tidak melanjutkan pelayanan asuhan pasien dengan rehabilitasi medis sesuai dengan program asuhan dari DPJP keterapian fisik yang dapat menurunkan kualitas kesehatan pasien. Berdasarkan grafik 23, dapat dilihat bahwa angka pasien rehabilitasi medis yang drop out adalah 0%, artinya tidak ada pasien Instalasi Rehabilitasi Medik yang drop out. Indikator tersebut tetap harus dipantau secara rutin setiap bulan dengan terus melaksanakan kegiatan peningkatan dengan metode P-D-C-A. ACTION Rekomendasi yang diusulkan adalah Indikator tersebut tetap harus dipantau secara rutin setiap bulan dengan terus melaksanakan kegiatan peningkatan dengan metode P-D-C

Posted in Area Klinis, Indikator Mutu by PKRS
15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka sisa makan siang pasien non diet.
  2. Unit kerja Instalasi Gizi diminta untuk melaporkan data indikator mutu angka sisa makan siang pasien non diet.
  3. Target indikator mutu angka sisa makan sieng pasien non diet sebesar 5%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di unit rawat inap dan instalasi gizi.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait angka sisa makan siang pasien non diet.

STUDY Sisa makan siang pasien non diet merupakan gambaran adanya gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien yang dapat berakibat fatal dalam pemenuhan kebutuhan energi dalam melakukan aktivitas fisik dan psikologis, hal ini dapat mempengaruhi peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Berdasarkan grafik 22, dapat dilihat bahwa angka sisa makan siang pasien non diet terjadi peningkatan yang signifikan dari target, bulan Januari 9,24 dan bulan Maret 9,97%. Hal ini perlu dilakukan analisis permasalahan faktor penyebab pasien tidak menghabiskan makanan yang disajikan pada siang hari dari pasien dengan non diet. ACTION Rekomendasi yang diusulkan adalah melakukan monitoring dan evaluasi terkait menu pilihan non diet yang ditawarkan pasien dalam pemenuhan

Posted in Area Klinis, Indikator Mutu by PKRS
15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui kejadian pasien yang kembali ke instalasi pelayanan intensif (ICU) dengan kasus yang sama < 72 jam.
  2. Unit kerja rawat intensif (ICU-HCU-ICVCU) diminta untuk melaporkan data indikator mutu kejadian pasien yang kembali ke instalasi pelayanan intensif (ICU) dengan kasus yang sama < 72 jam.
  3. Target indikator mutu kejadian pasien yang kembali ke instalasi pelayanan intensif (ICU) dengan kasus yang sama < 72 jam 0%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di unit pelayanan perawatan intensif (ICU-HCU-ICVCU).
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait pasien yang kembali ke instalasi pelayanan intensif (ICU) dengan kasus yang sama < 72 jam.

STUDY Kejadian pasien yang kembali ke pelayanan intensif (ICU) dengan kasus yang sama < 72 jam, merupakan kejadian ketidaktepatan dalam perencanaan pelayanan asuhan pasien intensif dimana telah ditetapkan dalam pedoman pelayanan perawatan intensif mengenai kriteria masuk dan keluar dari ruang perawatan intensif. Berdasarkan grafik 22, dapat dilihat bahwa kejadian pasien kembali ke pelayanan intensif (ICU) dengan kasus yang sama < 72 jam terjadi pada bulan Februari diatas target yaitu 3.33%. Untuk s

Posted in Area Klinis, Indikator Mutu by PKRS