Cari Dokter

Mengenal Lebih Dekat Promosi Kesehatan Rumah Sakit Bulukumba

13/02/2020

Mengenal Lebih Dekat Promosi Kesehatan Rumah Sakit Bulukumba

Humas RSUD BLK – Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) masih belum menjadi isu yang seksi untuk dibicarakan, alias hanya menjadi program pelengkap yang terselip pada instalasi rawat jalan, maupun ruang tunggu pasien rumah sakit.

Berikut ulasan, Kasubag Humas dan Promkes RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, Gumala Rubiah, M.Kes.

Promosi kesehatan masih belum dikenal oleh banyak orang. Terkadang masyarakat masih menganggap pelayanan kesehatan hanya meliputi upaya kuratif dan rehabilitatif saja.

Yakni pengobatan dan penyembuhan semata, yang membuat seseorang masih ber paradigma sakit bukan ke arah paradigma sehat.

Sebagai fakta konkrit, jika kita melihat di RSUD Bulukumba, masih terdapat keluarga dan pengunjung rumah sakit yang tidak berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti masih adanya membuang sampah sembarangan dikoridor maupun ruang tunggu pasien, belum lagi jika kita melihat di toilet.

Selain itu, belum berjalan optimalnya larangan merokok di rumah sakit sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR), padahal sudah ada Peraturan Daerah yang mengatur yaitu PERDA Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok yang salah satunya adalah lingkungan rumah sakit.

Pada sisi kesehatapun sydah sangat jelas ditekankan bahkan itu telah dijabarkan secara gamblang terkair PHBS dimana kebersihan akan menimbulkan rasa nyaman, bahkan disebut kebersihan adalah sebagian daripada iman.

Begitupula dengan rokok, sudah sangat jelas disampaikan terkait mudarat yang ditimbulkan mulai dari gangguan kehamilan hingga serangan jantung yang mengakibatkan kematian.

Contoh tersebut merupakan satu dari banyak contoh – contoh yang lain, yang menganggap persoalan kesehatan hanya pada meliputi dua aspek yakni pengobatan dan penyembuhan.

Padahal ada aspek yang lain dan lebih utama yakni aspek kewaspadaan atau pengendalian diri agar tidak terjangkit penyakit, aspek ini merupakan aspek pencegahan yang selalu di dengung-dengung oleh petugas Promosi Kesehatan.

Tentunya dari berbagai contoh kasus diatas, membuat kita harus bijak dalam melihat kejadian yang ada, sehingga mengapa kemudian promosi kesehatan belum begitu dikenal dikalangan masyarakat.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal diantaranya promosi kesehatan belum tersosialisasikan dengan baik dan pasif, promosi kesehatan bisa saja belum menjadi prioritas utama dalam upaya preventif, ataukah kekurangan SDM menjadi faktor penghambat untuk menjalankan promosi kesehatan tersebut, atau mungkin kurangnya sarana dan prasarana pendukung.

Naumun selain itu, terdapat faktor lain yang juga harus mendapat perhatian, yakni faktor perilaku. Tentunya perilaku tersebut sangatlah dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan, olehnya itu tepat salah satu ayat Allah SWT yang artinya “tidak akan berubah suatu kaum, kalau bukan kaum itu sendiri yang berubah”. Hal ini mengisyaratkan bahwa betapa pentingnya kesadaran individu seseorang dalam merubah paradigma berpikirnya.

Tapi promosi kesehatan tidak boleh berhenti hanya dengan adanya beberapa faktor yang menjadi penghambat, karena dalam melaksanakan fungsi sebagai pemberi layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative, Rumah Sakit juga harus menyelipkan dan menyelenggarakan PKRS.

Promosi Kesehatan di Rumah Sakit adalah merupakan upaya rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, memberikan kemandirian, agar pasien tersebut
dapat mempercepat proses kesembuhannya. Serta memjliki pengetahuan dalam mencegah masalah-masalah kesehatan terutama dalam keluarganya dan lingkungannya

Oleh karena itu, apapun tantangan yang dihadapi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tetap memiliki komitmen untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam melaksanakan kegiatan- kegiatan promosi kesehatan yang meliputi penyuluhan, edukasi- edukasi kepasien, dan pemberian informasi terkait kesehatan.

“Kami yakin, upaya promosi kesehatan yang dilakukan oleh PKRS RSUD Bulukumba, cepat atau lambat akan membuat masyarakat lebih paham dan mengerti bagaimana cara menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai macam penyakit,” jelas Kasubag Humas dan Promkes RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Rabu (12/2/2020). (*)

Posted in Berita by PKRS

Leave a Comment

4 × four =