Cari Dokter

Sasaran Keselamatan Pasien


15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka kejadian kepatuhan upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pada pasien rawat inap.
  2. Unit kerja rawat inap diminta untuk mengumpulkan indikator mutu angka kejadian kepatuhan upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pada pasien rawat inap setiap bulan.
  3. Target indikator angka kejadian kepatuhan upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pada pasien rawat inap sebesar 100%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di setiap unit rawat inap.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait kejadian kepatuhan upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pada pasien rawat inap sebesar.

STUDY Kejadian kepatuhan upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien jatuh pada pasien rawat inap dilaksanakan dengan tujuan tergambarnya pelayanan keperawatan yang aman bagi pasien di ruang rawat inap yang bebas dari insiden secara cepat dan tiba-tiba berpindah posisi dari tempat tidur ke lantai sampai setengah atau lebih bagian tubuh berada di lantai, sehingga memungkinkan pasien mengalami cedera ringan sampai berat atau tidak menimbulkan cedera. Perawat bertanggung jawab dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko jatuh dan membuat

15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka kepatuhan kebersihan tangan oleh petugas.
  2. Unit kerja diminta untuk mengisi dan melaporkan data indikator mutu angka kepatuhan kebersihan tangan oleh petugas.
  3. Target kepatuhan kebersihan tangan oleh petugas tidak kurang dari 85%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di Komite PPI.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait angka kepatuhan kebersihan tangan oleh petugas.
  4. Melakukan resosialisasi dan memberikan worksheet sensus harian pengumpulan data.

STUDY Riset kepatuhan kebersihan tangan oleh petugas dilaksanakan dengan tujuan tergambarnya manajemen pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit yang efektif melalui five moments dan 6 (enam) langkah cuci tangan. Dengan pelaksanaan hand hygiene yang optimal terbukti menurunkan angka infeksi untuk pasien rawatan dan menurunkan angka infeksi bagi tenaga kesehatan. Berdasarkan grafik 6, dapat dilihat bahwa pencapaian indikator kepatuhan cuci tangan oleh petugas sudah melampaui target 85%, walaupun demikian perlu peningkatan. Rata-rata kepatuhan cuci tangan oleh petugas di triwulan I tahun 2021 98%. Untuk selanjutnya, indikator ini perlu pemantauan secara rut

15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui angka kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar operasi.
  2. Unit kerja pelayanan bedah diminta untuk melaporkan data indikator kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar operasi setiap bulan.
  3. Target indikator kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar operasi sebesar 100%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di Instalasi Bedah Sentral.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar operasi.

STUDY Surgical Checklist adalah suatu checklis yang ditelah di tetapkan oleh WHO dalam penerapan untuk mencegah insiden keselamatan pasien, Surgical Checklist terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu sing in, time out dan sing out, tahap-tahap tersebut mengkonfermasikan dengan suara yang keras mereka pada tim yang terlibat dalam pembedahan. Berdasarkan grafik 5, dapat dilihat bahwa angka kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar operasi pada bulan Maret mencapai target 100%. Untuk selanjutnya, indikator ini harus tetap dipantau pelaksanaan pengisian surgical checklist harus tetap dipantau secara rutin setiap bulan oleh Instalasi Bedah Sentral dengan ter

15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui pelaksanaan penandaan lokasi operasi pasien di kamar operasi.
  2. Unit kerja pelayanan bedah diminta mengisi dan melaporkan data indikator pelaksanaan penandaan lokasi operasi di ruang kamar operasi setiap bulan.
  3. Target indikator pelaksanaan penandaan lokasi operasi di ruang kamar operasi sebesar 100%.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di ruang rawat inap dan gawat darurat dan di cek ulang saat pasien berada di kamar operasi.
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait pelaksanaan penandaan lokasi operasi di ruang rawat inap dan gawat darurat.
  4. Menyiapkan sarana site marking seperti spidol penanda.

STUDY Pelaksanaan site marking bertujuan untuk memberikan gambaran kepatuhan dokter pada semua pasien yang akan dilakukan pembedahan baik elektif maupun emergency. Site marking yang dimaksud adalah tindakan pemberian tanda identifikasi khusus pada area yang memiliki dua sisi untuk penandaan sisi kanan atau kiri pada pasien yang akan dilakukan tindakan operasi dengan prosedur yang tepat dan benar. Pelaksanaan site marking yang tepat dan benar akan meminimalkan risiko insiden salah tempat operasi, prosedur

15/07/2021

PLAN

  1. Tim berencana mengetahui kejadian pemberian label obat high alert oleh farmasi di instalasi farmasi.
  2. Unit kerja farmasi diminta mengisi dan melaporkan data kejadian kepatuhan pemberian label obat high alert oleh farmasi di instalasi farmasi setiap bulan.
  3. Tidak ada kejadian pemberian obat oleh petugas. Jika terjadi kesalahan pemberian obat oleh petugas harap dilaporkan kepada sub komite keselamatan pasien dalam waktu 2 x 24 jam.

DO

  1. Penilaian data dilakukan setiap hari di masing-masing unit pemberian obat (depo farmasi).
  2. Periode pengumpulan data dilakukan setiap bulan yang kemudian di analisa setiap 3 (tiga) bulan.
  3. Melakukan pemantauan terkait pemberian label obat high alert oleh farmasi di instalasi farmasi.

STUDY Kejadian kesalahan pemberian label obat oleh petugas termasuk dalam insiden keselamatan pasien, kejadian nyaris cedera maupun kejadian tidak cedera. Kejadian kesalahan pemberian label obat oleh petugas adalah kejadian yang merugikan pasien akibat pemberian label yang salah, yang sebetulnya bisa dicegah. Berdasarkan grafik 3, dapat dilihat bahwa kejadian pemberian label obat high alert oleh farmasi di instalasi farmasi tidak dilakukan penginputan oleh PIC data farmasi pada triwulan I tahun 2021. Untuk selanjutnya, indikator ini harus selalu